Dia cuma menghormati wanita,kayak dia menghormati ibunya.,
Dia mengajariku banyak hal,tanpa sedikitpun aku merasa diceramahi.,
Dia memaknai pujian,lebih dari harapan semua gadis,karena ia jarang memuji dengan manis.,
Dia jarang mengeluh,karna dia tau siapa yang akan brsandar dibahu siapa kalau dia mengeluh.,
ah,menurutku dia cuma terlalu gengsi untuk itu.,
Dia ga pernah nangis,paling tidak,tidak didepanku., jadi sangat sulit buat nangis didepannya juga.,
Dia bukan orang jujur sedunia,begitu pula aku., dan jujur, dia tau itu.,
Dia ga pernah brmuram durja., kalopun ada yang mengganggu pikirannya,dia menyampaikannya dengan sangat 'berhargadiri'.,
Dia suka bicara lantang kayak capres,tapi di depan anak kecil,dia cuma manusia kuda lumping kesurupan.,
Dia ga suka menanam,dia cuma suka memetik hasilnya dan menyuruhku menanam lagi,supaya bisa dipetiknya lagi.,
Tapi dia akan senang hati menambahkan pupuk dan menyiraminya
setiap hari.,
Dia sama sekali ga romantis,tapi,aku juga engga.,
Dia ga pernah menyuruhku belajar masak,jadi aku ga bisa nyuruh dia belajar bikin lemari.,
Dia gemar membaca,tp tidak memahami.,
Dia medengarkan kisah masa laluku,dan pedulikan masa depanku.,
Dia.,membuatku menunggu untuk dtemukannya.,
originally posted on facebook



0 comments :
Post a Comment